BANDARA SENTANI JAYAPURA, PAPUA
HEBAT!!! BANDARA SENTANI JAYAPURA AKAN MENJADI BANDARA INTERNASIONAL
Date : -
To : 2017
From : 2013
Subject : MENUJU BANDARA INTERNASIONAL SENTANI, JAYAPURA, PAPUA
Menurut laman Blog Ilmupengetahuan.com ( http://ilmupengetahuanumum.com/10-negara-kepulauan-terbesar-di -dunia/ ) yang mengutip informasi dari CIA World Factbook (bulan Juli 2016), Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas wilayah sebesar 1.904.569km2 dengan jumlah pulau sebanyak 17.508 pulau. Untuk menjangkau keseluruhan provinsi di Indonesia, salah satu alat transportasi penting yang di gunakan adalah pesawat terbang komersil atau non komersil. Untuk itu keberadaan bandara sangatlah penting untuk dapat menjangkau setiap provinsi di Indonesia. Saat ini, kebutuhan akan bandara di suatu provinsi sangatlah penting bagi perkembangan suatu provinsi demi kemajuan provinsi tersebut. Karena apabila alat transportasi dengan mudah bisa di dapatkan, otomatis jalur distribusi pun terbuka lebar untuk memenuhi segala kebutuhan provinsi tersebut dalam berbagai aspek. Salah satu nya adalah Bandara Sentani. Menurut informasi dari laman website Skyscanner yaitu website salah satu perusahaan jasa penerbangan di Indonesia dengan keterangan bahwa informasi ini benar per April 2016, saat ini Bandara Sentani adalah bandar udara utama di Papua yang terletak di propinsi Papua tepatnya di ibukota papua yaitu Jayapura. Bandara ini adalah bandara yang terletak sekitar 36km di sebelah barat Jayapura ( https://www.skyscanner.co.id/bandara/djj/jayapura-bandara.html ).
Menurut laman blog gopapua.blospot, awal mula pembentukan bandara Sentani di mulai pada tahun 1939 silam 6 tahun sebelum Indonesia merdeka. Setahun sebelumnya yaitu pada tahun 1938, ada ekspedisi bernama ekspediSi Archbold yaitu ekspedisi Amerika – Belanda untuk melakukan penelitian di daerah Jayapura. Ekspedisi ini datang dengan sebuah armada pelayaran besar dengan membawa pesawat “ Cuba “. Cuba adalah sejenis pesawat yang bisa mendarat di atas permukaan air. Selain itu pemerintah Hindia Belanda pun memiliki pesawat sejenis yang disebut “Dornier”. Pada waktu itu hanya jenis pesawat tersebutlah yang cocok mengarungi angkasa Jayapura yang tak satupun punya bandar udara. Kemudian pada tahun 1939 pemerintah Hindia Belanda baru berfikir untuk membangun sebuah bandara. Keputusan untuk membuat bandara sendiri didesak oleh situasi perang pada masa itu. Perang perebutan kekuasaan yang melibatkan negara Jepang. Pada tahun 19 April 1942 kapal-kapal perang Jepang muncul di teluk Humbolt. Pada waktu itu Hollandia ( Nama Jayapura ketika itu ) praktis di ambil alih oleh jepang tanpa perlawanan berarti. Lima hari kemudian tepatnya 6 Mei 1942 muncul dua kapal perang Jepang dengan sejumlah mariner yang di tempatkannya di wilayah ini. Sejak saat itulah secara de facto jepang menguasai daerah ini. Jepang membutuhkan prasarana fisik untuk mendukung persiapan perang Pasifik. Dibantu oleh sejumlah Romusha yang didatangkan dari Jawa dan Maluku mereka membangun jalan, barak-barak didekat APO saat ini dan jembatan yang salah satunya terletak di Hamadi juga di dekat teluk Yotefa juga di kaki Pim serta merintis pendirian tiga lapangan terbang di dekat danau Sentani. Ketiga lapangan terbang itu mampu menampung 350 pesawat tempur. Sebenarnya pangkalan militer utama Jepang terletak di Wewak-PNG. Yang di Hollandia rencananya untuk depot logistik diantaranya untuk menyimpan pesawat tempur, amunisi, sejumlah pakaian dan bahan pangan. Kemudian pada tahun 1944 lapangan terbang tersebut diambil alih oleh sekutu. Pada perkembangannya dua dari tiga bandara itu tak difungsikan oleh penguasa berikutnya yakni pemerintah Hindia Belanda. Yang benar-benar difungsikan saat ini hanya bandara Sentani ( http://gopapua.blogspot.co.id/p/bandara-sentani-papua.html?m=1 ).
Menurut laman berita Liputan6.com, Pemerintah Provinsi Papua menargetkan Bandara Sentani akan menjadi bandara internasional pada tahun 2017. Kepala Dinas Perhubungan Papua, YY menuturkan, pekerjaan yang akan di fokuskan sepanjang 2015-2016 diantaranya yaitu pengucuran dana APBN akan difokuskan pada pembayaran tanah. Sedangkan dana APBD akan digunakan untuk membantu menyelesiakan sisa pekerjaan pada sisi udaranya, misalnya memperluas strip kiri-kanan runway selebar 125 meter kiri-kanan panjang runway 500 meter, serta drainase 500 meter dari runway kiri kanan kearah Danau Sentani. Kemudian ada juga perluasan strip kiri pararel tax away sepanjang 20x1.000 harus diselesaikan pada 2015. Tak hanya itu, pemprov Papua juga akan memperluas lahan parker di bandara tersebut, dari sebelumnya hanya dapat menampung 800 mobil, kedepan akan di upayakan bisa menampung 6.000 kendaraan. Untuk menunjang hal ini, Pemerintah Kabupaten Jayapura telah menyediakan lahan bagi masyarakat yang bermukim di bandara untuk dapat direlokasi. ( https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/2119593/bandara-sentani-disulap-jadi-bandara-internasional-di-2017 ).
Saat ini sudah menjelang akhir dari tahun 2017, namun pembenahan Bandara Sentani untuk menjadi Bandara Internasional masih dalam tahap pengerjaan. Itu artinya waktu yang di targetkan tinggal sedikit lagi untuk memenuhi tenggat waktu yang di tentukan. Tidak bisa dipungkiri, untuk memenuhi target tersebut pastinya banyak kendala-kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah pembebasan tanah ulayat di sekitar bandara ( https://www.google.co.id/amp/www.metrotvnews.com/amp/GNGLMBvb-pembebasan-lahan-tanah-ulayat-di-papua-disarankan-melalui-hibah ). Tanah Ulayat adalah bidang tanah yang diatasnya terdapat hak ulayat dari suatu masyarakat hukum adat tertentu, sedangkan Hak Ulayat adalah kewenangan yang menurut hukum adat, dimiliki oleh masyarakat hukum adat atas wilayah tertentu yang merupakan lingkungan warganya, dimana kewenangan ini memperbolehkan masyarakat untuk mengambil manfaat dari sumber daya alam, termasuk tanah, dalam wilayah tersebut bagi kelangsungan hidupnya (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tanah_ulayat ). Sebagaimana diketahui, masalah tanah ulayat ini menjadi isu utama di Papua. Tidak hanya menjadi masalah bagi pengembangan Bandara Sentani saja, tetapi sudah menjadi masalah dibidang pertanahan di Papua.
Semoga secepatnya kendala-kendala yang tengah dihadapi dapat terselesaikan degan baik, mengingat Provinsi Papua akan menjadi tempat ajang pelaksanaan PON 2020.
Komentar
Posting Komentar